Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.Musik jazz banyak menggunakan instrumen gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon. Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.
musik marching band Eropa
Sumber kebudayaan: Afrika Barat; musik Afrika-Amerika era 1910-an, New Orleans.
Alat musik yang biasa digunakan: Gitar – Gitar bass – Saksofon – Trombon – Piano – Klarinet – Terompet – Double bass – Drum – Vokal
Popularitas mainstream: Sporadis; kebanyakan dalam bentuk pop seperti swing; juga semakin berpengaruh dalam bentuk-bentuk musik populer seperti yang dinamakan "perpanjangan jazz", misalnya rhythm and blues, soul, neo soul, quiet storm, cool jazz, dan smooth jazz
Bentuk turunan: Jazz Latin – Swing – Mini-jazz
Subgenre
Avant-jazz – Bebop – Chamber jazz – Cool jazz – Creative jazz – Dixieland – Free jazz – Gypsy jazz – Hard bop – Jazz fusion – Milo jazz – Modal jazz – M-Base – Smooth jazz – Soul jazz – Trad jazz
Genre campuran (fusion)
Acid jazz – Calypso jazz – Jazz blues – Jazz fusion – Jazz rap – Nu jazz – Smooth jazz
Monday, October 24, 2011
sejarah musik jazz
tehnik dasar saxophone
TEKNIK DASAR SAXOPHONE
Saxophone ditemukan ± 160 tahun yang lalu oleh seorang ahli pembuat alat musik dan musisi berbakat berkebangsaan Belgia yang bernama Antoine-Joseph (Adolphe) Sax. Kemudian pada tanggal 20 Maret 1846, Saxophone didaftarkan hak patennya untuk pertama kali.
Jenis saxophone yang pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat luas adalah C bass. Saxophone ini diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh seorang komposer terkenal yang bernama Hector Belioz.
Pada tahun 1842 Adolphe Sax pindah ke Paris dan mulai memperkenalkan saxophone ke seluruh dunia. Selanjutnya dia membuat dan memperkenalkan 14 jenis saxophone yang dibedakan berdasarkan ukuran dan pitch, diantaranya adalah Eb sopranino, F sopranino, Bb soprano, C soprano, Eb alto, F alto, Bb tenor, C tenor, Eb baritone, Bb bass, C bass, Eb contrabass, F contrabass, sedangkan sisanya yang lain jarang digunakan.
Pada tahun 1845 saxophone menjadi satu bagian penting dalam band militer. Pada tahun itu terjadi apa yang disebut ”battle of the band” (pertarungan antar band). Pada saat itu band yang dimiliki militer Perancis masih tetap menggunakan alat-alat musik tradisional. Adolphe Sax melihat peluang untuk menunjukkan kepada masyarakat bagaimana saxophone dapat menghasilkan kualitas tonal yang baik dalam suatu band. Adolphe Sax mengusulkan untuk membuat suatu kontes antara band militer yang masih menggunakan alat-alat musik orkestral yang orisinil untuk melawan band yang di dalamnya terdapat saxophone. Akhirnya band yang dipimpin oleh Sax yang terdiri dari 28 orang tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para penonton, termasuk para petinggi militer di Perancis, sehingga sejak saat itu saxophone menjadi bagian dari band militer Perancis dan tidak lama kemudian manjadi bagian dari band-band lainnya.
Tujuh puluh lima tahun sejak ditemukannya Saxophone, akhirnya saxophone mulai digunakan pada musik-musik dansa. Saxophone di-desain untuk memiliki tone yang lembut, halus, dan seimbang. Itu sebabnya saxophone dapat melangkapi suara terompet, drum, dan hiruk pikuk orang yang berbicara di sekitar band-band dansa pada awal abad 20. Mouthpiece saxophone dibuat lebih kecil dan lebih paralel, hal itu membuat suara saxophone terdengar lebih keras dan sangat cocok untuk musik jazz dan dansa. Sejak proses metamorfosis ini saxophone menjadi salah satu alat utama dalam musik jazz.
Berdasarkan perjalanan sejarah perkembangan saxophone di atas, maka dalam mempelajari saxophone tidak dapat mengabaikan proses perjalanan sejarah musik jazz dan musik-musik dansa. Beberapa alasan yang dapat dikemukakan adalah :
- Saxophone merupakan salah satu alat musik yang terbilang masih muda, dibandingkan dengan jenis alat musik tiup lainnya seperti flute, oboe, clarinet, bassoon, dan sebagainya.
II.TEKNIK DASAR
- a. Embouchure
Kata embouchure berasal dari bahasa Perancis yang artinya “mulut sungai”]. Di dalam teknik bermain saxophone, embouchure menggambarkan formasi antara bibir, gigi, rahang, dan otot-otot di sekitar mulut ketika udara ditiupkan melalui mouthpiece. Secara alamiah, embouchure berakibat pada upaya untuk menghasilkan tone yang baik dan kemampuan untuk mengendalikan saxophone dengan baik
Dalam praktek, terdapat beberapa formasi embouchure yang sering digunakan oleh banyak saxophonist, namun penulis hanya akan menguraikan salah satu formasi embouchure yang saat ini paling banyak digunakan dan dapat menghasilkan kualitas suara dan tone yang baik. Berikut ini adalah gambar dari formasi embouchure :
Aspek penting lainnya dari formasi embouchure ini adalah seberapa banyak bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut. Jika terlalu sedikit bagian mouthpiece yang masuk ke dalam mulut, maka sound atau suara yang dihasilkan akan kecil dan mengurangi kemampuan untuk mengontrol saxophone. Satu cara untuk mengetahui apakah mouthpiece terlalu dalam masuk ke dalam mulut atau tidak adalah dengan melihat mouthpiece dari samping dengan reed yang terpasang pada mouthpiece. Perhatikan bahwa jarak antara reed dan mouthpiece (facing tip of the mouthpiece) semakin menjauh. Titik pertemuan antara reed dan mouthpiece yang akan berjarak itulah kira-kira posisi gigi bagian atas yang menempel pada mouthpiece seharusnya diletakkan.
- b. Tongue (Tonguing à teknik lidah)
Teknik lidah (tongue;tonguing) merupakan salah satu teknik dasar yang juga penting dalam memainkan saxophone. Lidah digunakan untuk memberikan attack atau aksen ketika mulai mengeluarkan udara melalui mouthpiece.
Terdapat berbagai macam variasi tonguing, namun pada umumnya teknik menggunakan tonguing adalah dengan menyentuhkan ujung lidah dengan ujung reed, sembari mengucapkan ”dah” ketika ujung lidah menyentuh ujung reed.
- c. Breathing (pernapasan)
Memainkan woodwind instrumen seperti saxophone adalah sama seperti melakukan olah raga, kita harus sering berlatih agar kemampuan memainkan wind istrument semakin baik sejalan dengan semakin baiknya kondisi tubuh kita. Latihan pernapasan harus menjadi bagian latihan rutin kita agar kemampuan untuk menguasai instrumen bertambah pula.
Pada kenyataannya, latihan pernapasan yang rutin sangat banyak membantu kehidupan kita. Beberapa manfaat penting latihan pernapasan bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah :
- Bermanfaat bagi kesehatan manusia. Para ahli meyakini jika setiap manusia di dunia mengambil napas dalam 10 hitungan yang lambat dan mengambil napas dalam-dalam setiap hari, maka kita sudah bisa menghindari munculnya penyakit paru-paru di bumi;
- Menurut aturan yoga, latihan mengambil napas dalam-dalam merupakan salah satu bentuk meditasi. Dengan mengambil napas dalam-dalam secara teratur akan membantu pikiran kita untuk fokus pada satu hal. Tentunya hal ini sangat membantu kita dalam memainkan musik yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan juga membantu kita untuk mengatasi perasaan gugup ketika akan menghadapi suatu pementasan;
- Selain itu, terdapat juga manfaat secara spiritual. Dalam ajaran Islam dikenal pengucapan Istighfar ketika kita sedang emosi atau tersadar dari khilaf. Ketika kita mengucapkanAstaghfirullah al Azhiim (baik secara singkat maupun yang lengkap), sebenarnya terjadi pengendalian ritme bernapas. Napas menjadi lebih teratur, sehingga cairan adrenalin yang naik ketika emosi (yang menyebabkan seseorang yang emosi menjadi sesak) dapat dikendalikan kembali. Begitu juga ketika kita membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, dalam setiap memulai membaca kita mengambil napas lalu secara teratur napas kita keluarkan bersamaan dengan pembacaan ayat-ayat suci di akhir kalimat. Contoh nyata kaitan pernapasan dengan spiritualitas yang dialami seorang musisi adalah saxophonist John Coltrane[2]. Pada periode akhir tahun 1950-an John Coltrane mengalami proses transformasi dari masa hard bop menuju masa avant-guard style. Pada saat Coltrane mengalami masa hard bop, dia mengeluarkan ide-ide yang lebih jauh dari yang pernah ada sebelumnya, pada masa ini dia menghasilkan frase-frase improvisasi yang sangat panjang dengan akurasi kecepatan yang sangat tinggi. Bagi saxophonist, upaya menghasilkan siklus pernapasan (seperti yang dilakukan Coltrane) sangat mirip dengan latihan pernapasan Prana dalam Hatha Yoga. Kemudian dari periode hard bop, Coltrane mengalami transformasi menuju gaya permainan avant-guard yang hampir mengabaikan semua kaidah-kaidah dalam musik jazz tradisional, dalam periode ini hampir semua album yang dihasilkannya menggunakan pengendalian emosi pada tenor saxophone. Semua album yang dihasilkan pada periode ini menggunakan tema-tema spiritual dan berpuncak pada lahirnya album “A Love Supreme” yang menjadi album paling berpengaruh pada perkembangan jazz dunia.
Dalam rangka memperoleh suara yang baik dan mengendalikan saxophone dengan benar, maka kita perlu belajar membagi dua ruang di paru-paru kita. Kedua ruang tersebut adalah ruang dada (chest chamber) dan ruang abdominal (abdominal chamber). Chest chamber adalah bagian atas dari paru-paru yang sering kita gunakan dalam bernapas seperti biasa[3]. Sedangkanabdominal chamber adalah bagian bawah paru-paru yang memiliki ruang lebih besar dari chest chamber dan dikendalikan oleh diapraghm atau diafragma (suatu membran besar di dalam paru-paru yang terletak di bagian bawah paru-paru). Dari bagian ini semua kekuatan dan pengendalian pemain saxophone berasal. Semua saxophonist harus belajar mengambil napas dari perut bagian bawah, karena dari bagian ini seorang saxophonist akan memperoleh kapasitas udara untuk bernapas, kekuatan, dan daya tahan untuk mengontrol saxophone.
Untuk melatih pernapasan yang menggunakan diafragma, pertama-tama kita harus belajar bernapas menggunakan bagian paling bawah dari perut untuk mendapatkan kapasitas udara yang cukup, bertenaga dan memiliki daya tahan untuk mengontrol alat tiup.
[1]
[2] John Coltrane adalah salah satu pemain soprano dan tenor saxophone yang membawa perubahan besar dalam perkembangan saxophone dalam musik jazz sampai saat ini. Tone dan permainan saxophone Coltrane menjadi salah satu landasan perubahan dari periode jazz tradisional menuju jazz modern. Salah satu album Coltrane yang paling berpengaruh dalam musik jazz adalah “A Love Supreme” (awal tahun 1960-an), album ini merupakan awal transformasi dari jazz tradisional – yang menggunakan pendekatan chordal dalam improvisasi – menuju jazz modern – yang menggunakan pendekatan scalar dalam improvisasinya. Di dalam album ini Coltrane bermain bersama McCoy Tyner (piano), Jimmy Garrison (bass), dan Elvin Jones (drum)
[3] Istilah umum yang sering digunakan untuk pernapasan yang menggunakan ruang dada sebagai sarana bernapas adalah pernapasan dada, untuk selanjutnya penulis hanya akan menggunakan istilah Pernapasan Dada untuk menggambarkan cara bernapas ini.
tips untuk pemain drum
Berikut ini beberapa tips penting dalam bermain alat musik drum dan bagi loe para pemula, yang baru akan mempelajari alat musik ini, tentunya ini bisa membantu loe sebelum bermain alat musik ini.
1. Gunakan ear plug (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. 2. Biasakan untuk menggunakan metronome setiap kali akan berlatih drum sehingga tempo loe senantiasa stabil. 3. Rileks, bermain drum jangan tegang dan jangan membuang-buang tenaga, tidak ada gunanya. 4. Selalu menyiapkan stick sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil. 5. Jangan cepat puas dengan ilmu yang telah loe dapat, teruslah menambah ilmu. 6. Jangan fanatik pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan loe menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan loe dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada. 7. Dalam bermainan drum harus melibatkan feel atau harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan loe akan semakin bagus. Dan jangan juga loe berpikir bahwa semakin cepat loe bermain maka loe semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas. 8. Berlatih dari tempo yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Bukankah loe harus belajar berjalan dulu baru bisa lari. 9. Dengarkan musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain. 10. Jadilah pemain drum yang kreatif, beri variasi pada setiap permainan drum yang loe dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang ‘baru’, masih banyak variasi baru yang bisa loe dapatkan.[klinikdrum]
Note: Untuk ear plug loe dapat membelinya di apotik yang besar atau di toko yang menjual perlengakapan militer. Untuk metronome disetiap toko musik pasti ada, dan carilah yang digital.
akord dan tingkatannya
AKORD dan TINGKATANNYA
Akord adalah paduan tiga nada berbeda atau lebih yang merupakan suatu
kesatuan yang utuh,yang tidak dapat dipisahkan.
Akord terdiri dari akord mayor, minor, diminished, dan augmented.
Akord mayor (major chord) memiliki nada-nada berinterval M3 dan P5 dari nada
dasar.
Akord minor (minor chord) memiliki nada-nada berinterval m3 dan P5 dari nada
dasar.
Akord lebih (augmented chord) memiliki nada-nada berinterval M3 dan 5+ dari
nada dasar.
Akord kurang (diminished chord) memiliki nada-nada berinterval m3 dan 5- dari
nada dasar.
# Akord Pokok/ Primer :
Ada tiga akord pokok dalam setiap tangga nada diatonis mayor ataupun minor, yaituakord I - tonika (tonic chord); akord V - dominan (dominant chord) dan akord IV –subdominan (subdominant chord).
# Sebagai contoh :
Dalam T.N C mayor, akor I – tonika dikenal dengan akord C mayor. Akor V –dominan dikenal dengan akord G mayor. Akor IV – subdominan dikenal sebagaiF mayor.
# Akord Sekunder :
Yakni akord II (super tonika), III (median), & VI (submedian). Akord I, III, & VI
dalam susunan T.Nmayor maupun T.N minor pasti merupakan akord minor.
# Akord Janggal :
Yakni akord VII (leading note) yang merupakan akord denagan derajat diminished
(kurang), baik dalam T.N mayor maupun minor.
Akord II (supertonika) dalam T.N minor juga termasuk akord janggal. Sebab
berderajat diminished.
Sunday, October 23, 2011
dasar bermain biola
Biola standard, biasanya memiliki 4 senar (kawat), dimana setiap senar itu sudah distem dengan nada tertentu, yaitu: 1(senar1) adalah nada mi atau E
2(senar2) adalah nada la atau A
3(senar3) adalah nada re atau D
4(senar4) adalah nada sol atau G
Nah, untuk mencari nadanya tinggal digesek dari senar paling bawah (G), berurutan dengan menekan nada dibawahnya. Artinya, jika anda mulai mengesek senar ke empat (G) sebagai awal nada (do) maka re,mi,fa,sol,la,si,do tinggal meneken nada dibawahnya sesuai dengan bunyi nada yang sesungguhnya. Jika feeling anda tajam, maka tidak susah untuk mencari kesesuaian nada yang anda pencet (tekan) dengan nada aslinya. Dibutuhkan kesabaran tinggi, karena biola tidak memiliki flat(batas) seperti yang ada pada alat musik gitar. Tinggal bagaimana anda mengatur panjang dan pendeknya antar nada tersebut. Gampang kan? selamat berlatih.....

2(senar2) adalah nada la atau A
3(senar3) adalah nada re atau D
4(senar4) adalah nada sol atau G
Nah, untuk mencari nadanya tinggal digesek dari senar paling bawah (G), berurutan dengan menekan nada dibawahnya. Artinya, jika anda mulai mengesek senar ke empat (G) sebagai awal nada (do) maka re,mi,fa,sol,la,si,do tinggal meneken nada dibawahnya sesuai dengan bunyi nada yang sesungguhnya. Jika feeling anda tajam, maka tidak susah untuk mencari kesesuaian nada yang anda pencet (tekan) dengan nada aslinya. Dibutuhkan kesabaran tinggi, karena biola tidak memiliki flat(batas) seperti yang ada pada alat musik gitar. Tinggal bagaimana anda mengatur panjang dan pendeknya antar nada tersebut. Gampang kan? selamat berlatih.....
Subscribe to:
Posts (Atom)